ImageAna alami penyakit langka, tidak bisa terkena sina...
Image

Ana alami penyakit langka, tidak bisa terkena sinar matahari hingga terancam buta

Rp 0 terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi 10 bulan, 0 hari lagi

Penggalang Dana

Image

“Akibat alergi sinar matahari yang aku alami, aku tidak bisa hidup normal bermain dengan teman-temanku yang lain. Aku kasihan dengan ayah dan ibu yang harus banting tulang demi pengobatanku yang cukup mahal, ujar Ana (8 tahun)”

 

Bagi kebanyakan orang pada umumnya, sinar matahari memiliki banyak sekali manfaat terhadap kesehatan. Namun hal tersebut tak berarti bagi Ana, anak kesayangan kami yang diterpa cobaan begitu berat. Ana menderita penyakit yang sangat langka yang membuatnya tidak bisa terkena sinar matahari. Sejak usia 2 tahun terdiagnosa penyakit tersebut, anak kami yang malang, Ana, terpaksa menghabiskan hari-harinya hanya di dalam rumah.

Jika Ana terkena matahari mukanya langsung muncul bintik-bintik merah. Seiring bertambahnya usia bintik-bintik itu makin banyak di kaki dan tangan serta berubah menjadi bintik-bintik yang menghitam. Saat usia 5 tahun bintik-bintik itu pun makin parah hingga berubah menjadi benjolan di bagian muka. Bahkan benjolan tersebut menyerang ke bagian mata kirinya. Sehingga bola mata kiri itupun terpaksa diambil. Terkadang benjolan tersebut menjadi luka yang mengeluarkan darah tiap harinya.

 

Bertahun-tahun, ia terkurung dalam rumah tanpa pernah tahu bagaimana rasanya hidup normal seperti anak-anak seusianya. Padahal anak kami sangat ingin sekali melakukan banyak hal-hal sederhana seperti sekolah dan mengaji diluar rumah. Ana sangat menantikan waktu malam tiba, sebab ketika itulah ia bisa keluar rumah tanpa harus menggunakan pelindung untuk menghindari sinar matahari. Walaupun hanya sebentar bermain keluar, saya melihat senyum manis Ana seakan-akan menikmati momen tersebut.

Kata dokter perjalanan pengobatan anak kami masih sangat panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Suami saya bekerja sebagai penjual makanan olahan jagung yang biasa dijual di sekolah-sekolah. Namun saat kondisi pandemi seperti ini, penjualan pun terbatas karena sekolah banyak yang tutup. Sehingga untuk menutupi biaya kebutuhan Ana, suami saya kerja sampingan jadi buruh bangunan.

  • July, 26 2021

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close