

Penghasilan Abah Odid hanya 30.000 untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus merawat cucu yatim yang telah ia besarkan sejak usia 2 th. Saat asam uratnya kambuh, Abah bahkan tak bisa berjalan untuk berjualan.
Di usia senjanya, Bah Odid menolak menyerah. Bersama sang istri, ia merawat cucu yang ditinggal sosok ayah sejak masih berusia 2 tahun akibat sebuah kecelakaan. Sejak saat itu, Bah Odid maju menjadi sosok ayah dan pahlawan yang menanggung kebutuhan hidup sang cucu dari kecil hingga sekarang dengan penuh cinta.

Sehari-hari, Bah Odid berjualan asongan dengan penghasilan tak lebih dari Rp30 ribu. Itu pun hanya bisa didapat jika ia mampu berangkat berjualan. Kondisi kesehatannya semakin menurun seiring usia, terlebih kini ia menderita asam urat yang membuat aktivitasnya tak lagi lancar. Saat kambuh, ia bahkan tak bisa berjalan.
“Setiap hari jualan selama sehat mah, tapi kalau lagi kambuh, ya udah,” ceritanya.
Kini sang cucu, Rizki, duduk di bangku kelas 4 SD dan semakin membutuhkan biaya sekolah. Namun di tengah kondisi ekonomi yang serba kekurangan, kebutuhan sekolahnya pun tersendat. Rizki membutuhkan sepatu, seragam, dan baju Pramuka karena yang ia miliki sudah sangat tidak layak pakai. Itupun sebagian besar didapatkan dari pemberian.
Sayangnya, membelikan perlengkapan sekolah menjadi hal yang sangat sulit bagi Abah. Dengan penghasilan yang sangat kecil, ia bahkan harus sangat selektif dalam menggunakan uang hanya untuk memastikan kebutuhan makan sehari-hari tetap terpenuhi.

Melalui penggalangan dana ini, mari kita ulurkan tangan #SahabatBerbagi untuk meringankan beban Bah Odid. Seluruh bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah Rizki, melunasi utang beras, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, biaya berobat, serta modal usaha Bah Odid.
Mari bantu kakek tangguh ini agar Rizki, cucu yatim yang selama ini ia rawat, bisa terus bersekolah dan tidak lagi menangis menahan lapar.
![]()
Belum ada Fundraiser