
“biaya RS udah gratis tapi ongkosnya besar, saya nggak punya”
Sehat adalah mimpi bagi setiap orang. Namun tidak semua beruntung hidup tanpa rasa sakit, tanpa ketergantungan dengan obat dan rasa was-was apakah esok iya masih bisa bernafas. Sehat bagi mereka adalah sebuah perjuangan yang sangat panjang dengan biaya pengobatan yang tidak murah serta ketabahan akan ketidakpastian hidup.
Seperti Bu dede (57 tahun) penderita tumor selama 2 tahun. Kondisi saat ini tumornya berbelatung dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat karena tidak adanya biaya transportasi untuk menjalani pengobatan di kota.

Ada pak Abdul Ghofur Soemargio (36 tahun) seorang mualaf yang hidup sendiri, dulunya berprofesi sebagai driver ojol harus menelan pil pahit karena kanker rahang yang menghinggapinya 7 tahun lalu dan saat ini sudah menjalani 10 kali operasi.

Selain itu ada Pak Suryana (49 tahun) yang menderita tumot ganas lebih dari 2 tahun. Tumor itu merenggut sebelah matanya, begitu juga dengan pendengarannya serta merobek leher Pak sur yang mengakibatkan pendarahan. Pak Sur tidak menyelesaikan pengobatan karena tidak memiliki ongkos menjalani pengobatan.
Kondisi tersebut membuat mereka tidak bisa merasakan kehidupan yang normal seperti lainnya. Namun mereka tetap tersenyum, tetap mencari nafkah semampunya dan berharap ada keajaiban untuk sembuh meski jalan yang dilalui mereka terasa berat dan panjang.
Melalui program ini kami mengajak semuanya untuk memberikan kepedulian kepada mereka yang sedang berjuang menjemput kesembuhan. Karena sehat bukan hanya milik sebagian orang, ia adalah milik semua orang yang laying untuk diperjuangkan bersama.
Kondisi kesehatan mereka membuat mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan