
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
adik Putri Maolidia yang saat ini berusia 8 bulan pengidap Pembesaran Kepala, Benjolan diatas tulang ekor serta kelainan kaki kiri (Bengkok).
Sejak lahir putri sudah mengidap berbagai kelainan fisik yang sudah terindikasi sejak dalam kandungan. Awalnya saat usia kandungan 6 bulan ibu Wina ibunda putri melakukan pemeriksaan ke bidan setempat bersama suami sebab ia merasa ini momen harmonis karena putri adalah anak pertama, namun ketika dilakukan USG biasa bidan setempat menyarankan untuk pemeriksaan lanjut ke Rumah Sakit untuk melakukan USG Tiga Dimensi dikarenakan kemungkinan besar posisi anak dalam kandungan kurang baik dan kemungkinan mengidap kelainan.

Dikarenakan uangnya pas-pasan dan hanya cukup buat pemeriksaan didaerah, maka orang tua putri pulang kembali dan hanya bisa mengelus dada serta pasrah berdo’a. Ternyata benar saat lahir putri mempunyai kelainan lahir yang seharusnya bagian kepala terlebih dahulu namun putri lahir leter U dengan kondisi lahir bokong terlebih dahulu yang mana benjolan di atas bokong dan kakinya sempat nyangkut hingga kini menjadi bengkok serta bagian kepala yang besar. Dikarenakan kondisi yang demikian disertai sesak, kejang-kejang hingga kritis pihak medis setempat langsung merujuk putri ke IGD RS Umum Daerah di Kabupaten Tasikmalaya RS SMC dan dirawat kurang lebih selama 3 minggu.
Keharmonisan keluarga kecil putri saat itu masih sangat terasa sang ayah masih sempat menunggu dirumah sakit, namun ketika putri sudah dinyatakan pulang oleh pihak rumah sakit sang ayah kini pergi meninggalkan putri bahkan belum pernah menengok putri hingga saat ini hingga berbuntut perceraian sepihak.

Kondisi Putri saat ini hanya terbaring dirumah kakeknya dengan kondisi yang memprihatinkan. Pengobatan terakhir Putri memang harus dirujuk ke RS Umum Provinsi Dr.Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan operasi benjolan yang ada dibelakang bokong, pembuangan cairan dibagian kepala serta terapi kaki yang mana perlu biaya yang sangat besar dikarenakan tak semua pengobatan dicover oleh BPJS.
Kondisi dapur putri
Untuk biaya berobat seadanya dan kehidupan Putri saat ini beliau hanya bisa bergantung pada sang Nenek sambungnya yang bekerja serabutan sebagai buruh pemetik daun teh yang mana upahnya kurang lebih Rp.50.000,- perhari itupun jika lagi musim panen dan hanya cukup untuk biaya sehari-hari.
Tak dipungkiri bantuan berobat saat dirawat dirumah sakit juga dibantu oleh warga beserta ibu Kepala Desa setempat.
Demikian hasil kunjungan kami ke kediaman adik Putri Maolidia, besar harapan kami untuk bisa membantu melanjutkan pengobatan putri ke Rumah Sakit Tingkat Provinsi. Untuk itu do’akan kami serta bantu kami agar putri bisa melanjutkan pengobatan dengan cara :
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan Maolidia.