

Saat ini, ada banyak anak dhuafa yang sedang terbaring lemah di rumah sakit, melawan penyakit yang mematikan.

Seperti Putri Maolidia berusia 8 bulan pengidap Pembesaran Kepala, Benjolan diatas tulang ekor serta kelainan kaki kiri (Bengkok). Sejak lahir putri sudah mengidap berbagai kelainan fisik yang sudah terindikasi sejak dalam kandungan 6 bulan.
Usianya 2 tahun namun tumornya lebih besar dari tubuhnya,, Rendi tidak bisa lagi berjalan bahkan hanya sekedar membalikan tubuhnya,,

Benjolan kecil itu terus membesar dan dalam waktu singkat sudah seukuran punggungnya, ternyata Rendi didiagnosa tumor langka atau bahasa medisnya dikenal dengan sebutan Embrional Rhabdomosarcoma. Setiap hari tubuh kecilnya semakin kurus, menahan rasa sakit, risiko infeksi, gangguan organ, bahkan ancaman nyawa jika tumor ini tidak segera ditangani secara medis.

Ada juga Naira usianya baru 4 tahun. Tapi Naira harus menghadapi kenyataan pahit. Ia menderita Kanker mata ganas (Retinoblastoma) yang telah merenggut penglihatan sebelah matanya hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Kini, hari-hari Naira diisi dengan prosedur medis yang bahkan orang dewasa pun sulit untuk menghadapinya.
Namun ditengah kondisi mereka yang kritis, ekonomi keluarga menjadi penghalang untuk mereka mendapatkan pengobatan yang maksimal. Belum lagi lokasi Rumah Sakit yang teramat jauh membuat mereka harus menetap sementara membuat biaya kebutuhan berobat mereka menjadi sangat tinggi.
Kondisi ini membuat mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak pada umumnya yang merayakan hari raya dengan penuh suka cita. Mereka harus berjuang melawan penyakit mematikan dan berobat ke Rumah Sakit.
Kado lebaran yang diberikan untuk pasien anak dhuafa ini berisi baju, kue lebaran, paket penunjang kesehatan dan uang tunai untuk biaya selama masa pengobatan. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk berbagi bagi anak-anak ini, yang sedang berjuang untuk sembuh dan merayakan lebaran dengan kebahagiaan yang sederhana namun penuh makna.