
Saat ini, ada banyak anak dhuafa yang sedang terbaring lemah di rumah sakit, melawan penyakit yang mematikan.
Dari umur 2 bulan Kejora menahan semua sendiri. tak ada kasih sayang dan pelukan orang tua disaat di meringkih kesakitan karena tumornya yang semakin membesar. Diterlantarkan ibu dan ayah, Kasih Kejora (3 tahun) harus menanggung tumor yang hinggap di pipinya dan membahayakan jiwanya kapan saja.

Sejak usia 1 tahun, tumor sudah menghinggapi bocah 3 tahun ini yang kian lama semakin membesar dan mengancam jiwanya.
berawal dari benjolan kecil yang tak segera diperiksa, bukan tidak ingin namun karena faktor ekonomi dan sejak ditinggalkan kedua orang tuanya kasih kejora menggantungkan hidupnya kepada pamannya yang berprofesi sebagai nelayan yang memiliki bayi sehingga tidak bisa terlalu fokus mengurus Kejora.

Seperti Raiyhan , anak bungsu dari orangtua pekerja keras yang lahir dan dibesarkan di sebuah kampung di Kota Garut, Raiyhan baru berusia hampir lima tahun, namun diumurnya yang masih kecil itu Raiyhan harus terpaksa kehilangan penglihatannya.
Namun ditengah kondisi mereka yang kritis, ekonomi keluarga menjadi penghalang untuk mereka mendapatkan pengobatan yang maksimal. Belum lagi lokasi Rumah Sakit yang teramat jauh membuat mereka harus menetap sementara membuat biaya kebutuhan berobat mereka menjadi sangat tinggi.

Seperti Putri Maolidia berusia 8 bulan pengidap Pembesaran Kepala, Benjolan diatas tulang ekor serta kelainan kaki kiri (Bengkok). Sejak lahir putri sudah mengidap berbagai kelainan fisik yang sudah terindikasi sejak dalam kandungan 6 bulan.
Usianya 2 tahun namun tumornya lebih besar dari tubuhnya,, Rendi tidak bisa lagi berjalan bahkan hanya sekedar membalikan tubuhnya,,

Benjolan kecil itu terus membesar dan dalam waktu singkat sudah seukuran punggungnya, ternyata Rendi didiagnosa tumor langka atau bahasa medisnya dikenal dengan sebutan Embrional Rhabdomosarcoma. Setiap hari tubuh kecilnya semakin kurus, menahan rasa sakit, risiko infeksi, gangguan organ, bahkan ancaman nyawa jika tumor ini tidak segera ditangani secara medis.
Begitu juga dengan Ratu, diusia yang masih sangat kecil ia sudah harus bersahabat dengan bau rumah sakit, dinginnya ruang operasi, merasakan berbagai tusukan jarum dan obat - obatan karena sakitnya. Bahkan Ratu kehilangan respon untuk melihat karena efek dari operasi yang dilakukan.

Kondisi ini membuat mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak pada umumnya yang. Mereka harus berjuang melawan penyakit mematikan dan berobat ke Rumah Sakit.
Mari kita membantu dan berbagi untuk anak-anak ini, yang sedang berjuang untuk sembuh...
![]()
Belum ada Fundraiser